Berdasarkan buku lama dengan judul “Cerdas Jenaka Cara Nobelis Fisika” yang aku baca, banyak murid-murid pintar di dunia ini karena hafalan. Apa betul itu berarti orang yang daya hapalnya kuat akan selalu lebih pintar? Who Say So?Tidak juga, justru itu bisa menjadi titik lemah mereka. Kenapa? Karena jika dia mengetaui bahkat hafalnya itu, dia cenderung menggunakannya untuk semua pelajaran. Namun sayang, kalau dia begitu mengandalkan bakatnya itu, rasa untuk memahami pelajaran akan berkurang, dan hafalan itu bukan lagi menjadi sesuatu yang saling berhubungan dengan realita, melainkan hanya suatu bunyi-bunyian yang dihafalnya. Dan jika ditanyakan mengenai suatu kejadian dan disuruh menentukan ini termasuk contoh apa? Mungkin mereka akan terbata-bata. Jadi, bagi yang tidak punya bakat hafal, tidak usah berkecil hati. Tapi jangan kegeeran. Bagi mereka yang tidak punya bakat hafal, biasanya akan mencoba menghafalkan dengan cara memahami apa yang dipelajarinya itu. Dengan begitu mereka akan lebih pandai dalam pelajaran pemahaman. Tapi dalam pelajaran yang hafalannya tanpa arah dan kurang jelas apa yang harus mereka pahami, merkeka menjadi latah. Kalau aku sendiri lumayan dalam hafalan, tapi dalam waktu yang pendek. Hari ini hafal, besok aku kembali membuka buku. Sedangkan posisiku dalam pemahaman lebih baik lah dari pada hafalan. Naah, bakat hafalan ini tidak akan berguna bagi matematika, khususnya soal cerita. Tapi bagi yang mudah memahami sesuatu ini bisa berubah menjadi menarik. Aku salah satu dari orang-orang yang kecanduan matematika. Aku sendiri mulai suka matematika baru kelas 3 SD-an. Jadi, bagi kalian yang mempunyai bakat hafal, jangan terlalu mengandalkan itu ya.
Pelajaran-pelajaran di sekolah
10 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik
Dinda Watson berkata,
April 30, 2009 @ 4:22 am
http://tech.groups.yahoo.com/group/mathematics-lovers/ yahoo! groups buat math lovers
madheena berkata,
April 30, 2009 @ 1:35 pm
math bikin semangat! go math!!!
Dinda Watson berkata,
Mei 9, 2009 @ 12:13 pm
OF COURSE! ga ada satu pelajaran pun yang serunya menandingi matematika! tapi, IT juga seru deh… bingung eke lebih suka mana jadinya…
madheena berkata,
Mei 10, 2009 @ 1:24 pm
Pelajaran yang disuka itu. Tergantung kitanyaaa. dan gurunyaaa..
Dinda Watson berkata,
Mei 11, 2009 @ 12:18 pm
Guru TIK pak chairul bikin gw semangat tau… why?? bales yah
madheena berkata,
Mei 17, 2009 @ 12:28 pm
semangat?? yakin? ada guru SD-ku yang menurut aku bikin semangat.
jehankalonika22 berkata,
Mei 16, 2009 @ 12:36 am
Pelajaran yang disuka pasti bikin semangat belajar, makanya semua pelajaran harus disukai…. Dan jangan lupa berkunjung ke blog ku yang bar di http://jehankalonika22.wordpress.com .
madheena berkata,
Mei 17, 2009 @ 12:33 pm
Bagi Jehan yang pintar, mudah saja untuk menyukai semua pelajaran. Tapi bagiku, amat sangat ssuussaaah!
Wandi thok berkata,
Mei 18, 2009 @ 4:40 pm
Jangan sering mengingat-ingat ke belakang non Madina, jago hapalan itu biasanya kalo tua botak belakang lho
, coba lihat guru sejarah non, kalo jago mikir matimatian kayak non Madina, paling-paling botak kiri
Tuh, bingung kan
Salam kenyal non Madina.
madheena berkata,
Mei 19, 2009 @ 1:09 pm
Ah, guru sejarah w, walaupun, rambut dipamerin karena nggak bener make kerudungnya, tapi rambut belakangnya nggak kelihatan chuy!